Subscribe Us

FORMULIR PENDAFTARAN CALON PESERTA DIDIK BARU TKQ & TPQ RAUDLOTUL MUHLISIN

SEKOLAH INKLUSI: MENGGALI POTENSI ANAK DITENGAH KETERBATASAN

Anak terlahir dengan fitrah atau dalam keadaan yang putih bersih, ia lahir hanya dengan sebuah tangisan, tanpa busana, membuatnya begitu kedinginan.
Ketika mereka lahir, ada yang haru bercampur bahagia, ada pula yang sedih karena tidak sesuai dengan harapan, namun apapun itu ketika sang anak sudah terlahir kemuka bumi ini, maka sesungguhnya dia adalah amanah yang dititipkan oleh sang maha kuasa, untuk dididik, dan diarahkan sesuai dengan potensi yang dimiliki sang anak.

Dalam dunia pendidikan beragam persoalan dan kesenjangan kerapkali terjadi, perilaku amoral, dan perilaku diluar batas-batas kemanusiaan juga sering menjadi suatu ancaman untuk merusak citra dari pada pendidikan itu sendiri.

Sudah cukup banyak konsep pendidikan yang ditawarkan oleh berbagai lembaga untuk membantu dan mendorong anak didik mencapai cita-citanya, sehingga dari konsep para pakar pendidikan ini menjadi suatu rumusan baik bagi pengelola pendidikan, wali siswa, maupun dari pemerintah itu sendiri.

Pemerintah dalam hal konsep sekolah inklusi ini memang tidak semudah yang kita lihat, harus ada banyak faktor pendukung yang memadai dalam kerangka menggali anak didik yang berkebutuhan khusus.

Anak berkebutuhan khusus (ABK) ini meliputi tuna rungu (Tuli), tuna netra, tuna daksa, Autisme, donw sindrome, tuna grahita (disabilitas intelektual), maka pendidik atau pengajar harus memiliki jiwa yang sabar dan telaten mengurus anak yang memiliki kebutuhan khusus.

Anak terlahir dengan berbagai potensinya, meski mereka harus terlahir tidak seperti anak-anak pada umumnya, namun kita sangat yakin, bahwa anak dengan berbagai keterbatasan itu memiliki potensi yang sangat besar, bahkan potensinya melebihi anak-anak pada umumnya, maka dari itu arahan, masukan, dan bimbingan dari pada guru dan orang tua, menjadi suatu kewajiban bagi mereka semua.



Baca Juga

Post a Comment

1 Comments