Subscribe Us

FORMULIR PENDAFTARAN CALON PESERTA DIDIK BARU TKQ & TPQ RAUDLOTUL MUHLISIN

Label "Warga Sangat Miskin" Perlu Di Tinjau Ulang


Pro dan Kontra mengenai Lebelisasi pemerintah terhadap masyarakat sangat miskin yang mendapatkan bantuan banyak menuai kritik, bahkan ada beberapa masyarakat yang dengan sukarela mengundurkan diri, karena terdampak pemasangan lebelisasi "Warga Sangat Miskin". apabila hal ini di kaji ulang memang tidak selayaknya lebelisasi yang diberikan kepada warga yang sangat miskin. mengapa demikian? karena memang masyarakat miskin itu pada hakekatnya sudah terhina dilingkungan sosial, dan itu bukanlah sebuah pilihan akan hidup miskin.

Sejauh mata memandang dan merasakan apa yang mereka derita, seyogianya mereka tidak ingin hidup dalam garis kekurangan atau hidup dalam keadaan miskin, tetapi karena faktor situasi dan kondisi yang melatarbelakangi hal tersebut, sehingga kekurangan akan pangan, menjadi hal yang lumrah. Karena mereka pun juga manusia yang masih terus berusaha untuk tetap meraih riski, supaya bisa hidup berkecukupan.

Lebelisasi "Warga Sangat Miskin", Proses menghina warganya yang miskin, atau karena alasan supaya bantuan tersebut tidak salah sasaran? Hakekatnya hal ini perlu di kaji ulang oleh pemerintah, karena mereka duduk dikursi empuk pun, tidak lantas mereka jadi. Ada tangan-tangan fakir dan miskin yang ikut berpartisipasi mengusung mereka untuk duduk di kursi jabatan. Artinya bahwa Warga Sangat Miskin yang di beri label oleh para pejabat itu, juga memiliki harkat dan martabat kemanusiaan.


Ada banyak bantuan pemerintah yang diberikan kepada warga yang di anggap miskin, Ada Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bantuan Sosial Tunai (BST), dan bantuan-bantuan lain yang saat ini cukup gencar di tengah merebaknya pandemi Covid-19.

Rakyat kecil seringkali hanya di jadikan objek untuk mendapatkan simpati dan mendapatkan suaranya dalam momentuk pilihan. Dalam proses demokrasi yang berlangsung secara Umum, Bebas, dan Rahasia, tidak pernah tebang pilih antara si kaya dengan si miskin. Kaya dan Miskin suaranya tetap saja satu orang bersuara satu, tidak ada bedanya sama sekali, lalu mengapa kemudian "Warga Sangat Miskin" yang selalu menjadi objek yang direndahkan dengan adanya lebelisasi di masing-masing rumah yang mendapatkan bantuan? apakah mereka tidak punya kewajiban membayar pajak? hakekatnya sama saja, sebagai warga negara yang baik, pajak itu juga berlaku pada si kaya dan si miskin, walaupun kapasitas pajak yang di bayarkan berbeda, tergantung pada masing-masing objek pajak yang harus dibayarkan.

Lebelisasi "Warga Sangat Miskin", Analisa penulis secara pribadi merupakan bentuk Justifikasi yang merendahkan harkat dan martabat kemanusiaan. Jika boleh memilih warga miskin hakekatnya tidak pernah ingin hidup dalam garis kemiskinan, mereka juga ingin hidup berkecukupan dan bisa berbagi dengan tetangga dan kerabat. Mereka juga sangat paham bahwa "Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah".


Kami kira Labelisai 'Warga Sangat Miskin" perlu untuk ditinjau ulang dan di analisa dampak dari labellisasi yang cenderung menjustifikasi mereka, atau terus mengharuskan mereka hidup dalam garis kemiskinan, bukanlah solusi yang tepat untuk memperbaiki kondisi ekonomi mereka. Bantuan yang hanya di dapatkan untuk membeli beras dan lauk pauk, menjadi kurang efektif dan kurang edukatif untuk melakukan perubahan bagi masyarakat di bawah.

Warga yang di anggap Miskin juga memiliki potensi untuk hidup berkecukupan dan kaya raya, karena "sesungguhnya Tuhan tidak akan pernah merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu mau merubahnya". Kami kira adanya label Warga Sangat Miskin yang diterapkan oleh pemerintah, memang bertujuan supaya warga yang sudah berkecukupan tidak mengada-ada atau mengaku sebagai warga miskin, hal tersebut sebenarnya berkaitan erat dengan proses pendataan. Banyaknya Klaim bantuan tidak tepat sasaran, sesungguhnya berangkat dari kesalahan para pendamping yang mendata di bawah, sehingga menjadikan bantuan itu kurang efektif dan salah sasaran. Oleh karenanya semua pihak perlu meninjau dan mengkaji ulang mengenai program bantuan untuk masyarakat, sehingga tidak terjadi pembodohan secara struktural dan masive. (f*)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments