Subscribe Us

FORMULIR PENDAFTARAN CALON PESERTA DIDIK BARU TKQ & TPQ RAUDLOTUL MUHLISIN

Potensi Wisata Religi di Indonesia Masih Cukup Menjanjikan

Tren perjalanan wisata kinite lah banyak berubah, dari sekadar men - cari udara segar, menikmati indahnya alam baik pegunungan maupun pantai menjadi mencari ketenangan diri (spiritualitas). 

Banyaknya tempat wisata religi di tanah air menjadi peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik untuk menarik wisatawan. Deputi Bidang Pengembangan Des - tinasi dan Industri Pariwisata Ke men - terian Pariwisata (Kemenpar) Da dang Rizki Rat man me nga ta kan, wisata religi sangat identik dengan wisata berbasis keyakinan di Indonesia. Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan, apalagi Indonesia memiliki banyak situs ke aga - maan tradisional maupun modern yang terkait dengan keyakinan. “Di dalamnya ada wisata ziarah dan halal. Wisata religi merupakan bagian dari wisata budaya,” kata Dadang saat ditemui di Ke men terian Pariwisata beberapa wak tu lalu. 

Dia menyebutkan, telah terjadi per - geseran tren kepariwisataan dari sun, sand and seamenjadi serenity, sus tai na bi lity, and spirituality. Berkaitan dengan tren tersebut United Nations World Tou rism Organization (UN WTO) mem per ki rakan sekitar 330 juta wi satawan global atau 30% melakukan kunjungan ke situs-situs religius di seluruh dunia, baik yang berdasar motif spiritual maupun motif kognitif. Seperti wisata umumnya, pergerakan wisata religi juga mempunyai multiplier effect. 

Di Indonesia ikon wisata re ligi adalah Candi Borobudur dan ma kam Walisongo, salah satunya makam Su nan Gunung Jati di Kabupaten Ci re bon. Kemenpar mempunyai stra - tegi un tuk mengem bang kan pariwisata religi di an ta - ranya pengelolaan des ti nasi, pengemasan produk wisata, serta promosi dan pemasaran pada segmen wisata minat khu - sus tersebut. Strategi ter sebut diharapkan tidak hanya me - narik minat jumlah kun jungan wisatawan lokal ber kun jung ke sejumlah destinasi wi sata religi, tapi juga bisa me narik wisata - wan ma n ca ne gara. 

Pengamat pariwisata Sapta Nir wandar mengatakan po - tensi menarik kunjungan wi - sa tawan asing ke Indonesia me lalui konsep wisata religi sa - ngat terbuka. Keanegaraman agama dan keyakinan yang di - miliki Indonesia menjadi mo - dal untuk “menjual” wisata re - ligi ke mancanegara. “Masingmasing agama memiliki ikon tempat ziarah atau prosesi peribadatan yang memiliki keunikan dan mungkin tidak ada di negara lain,” ucap dia.

Sapta menco nto h kan aga - ma Hindu dengan candi Pram - ba nan, Budha dengan Candi Bo robudur, Kristen dengan aca ra Jumat Agung di NTT atau Patung Dewi Kwan Im di Ba tam yang diperuntukan ba - gi umat Khonghucu. Se dang - kan bagi umat islam, Indonesia te lah mengembangkan wisata halal. Bahkan pada akhir tahun lalu, Pulau Lombok telah me - raih penghargaan sebagai des - tinasi wisata halal dunia. Jika destinasi wisata religi dan berbagai acara keagamaan bisa dikemas sedemikian rupa se - hingga menarik serta me narik minat wisatawan lokal maupun asing berkunjung. 

Na mun poten - si dan strategi yang dimiliki In - donesia harus di dukung seluruh st akeholderspariwisata. Pada saat ini, pengem ba ngan wisata religi di sejumlah daerah di tanah air sudah mulai d i ja lan - kan dan akan terus ber kem bang. Sebagai contoh, pe ngem ba ngan wisata religi telah dilaksanakan di Bali, salah satu daerah Indonesia yang banyak dida - tangi wi sa tawan untuk berbagai ke per luan. Untuk itu,stake hol - der pa riwisata sebaik nya me me - nuhi segala keperluan dan fa si - litas terkait pengem ba ngan wi - sata religi.

Pengamat pariwisata Yan L Si m anjutak mengatakan, ter - ja dinya peningkatan tren wis a - ta religi saat ini karena setiap orang ingin memenuhi ke bu - tuhan rohaniah mereka. Pa sal - nya dalam setiap tubuh ma - nusia ada roh dan jiwa, dan roh ini yang harus diisi salah sa - tunya dengan mendatangi tem pat-tempat yang menurut mereka suci. “Apalagi ketika kehidupan telah mapan, maka akan semakin mengarah ke sana (spiritualitas),” jelasnya. 

Menurut dia, dengan men - datangi tempat-tempat yang dianggap suci, mereka ber ha rap bisa mendapatkan kete na ngan jiwa. Hal inilah yang meny e - babkan, meski sudah berumur ra tusan tahun, umat Islam tetap men datangi ma kam-makam Wali dan umat Kristen me ngu n - jungi gua Maria. Sedangkan untuk Can di Borobudur dan Prambanan le bih bersifat umum. Dia menambahkan, perj a - la nan religi tidak hanya seka - dar mencari kesenangan, te - tapi sebuah perjalanan agar manusia yang menjalan kan - nya kembali kepada sifatnya seperti dalam kitab yang di - yakininya. 

“Sehingga di ha rap - kan setelah mengunjung tem - pat tersebut, sifatnya bisa lebih baik lagi,” jelasnya. Sementara itu, Provinsi Jawa Barat memiliki banyak potensi wisata yang tersebar hampir di seluruh kota/ka bu - pten, dari alam, kuliner, buda - ya, sampai wisata religi. Pertum buhan jumlah wisata - wan cukup menggembirakan. Seperti Kabupaten Cire - bon, kata Wakil Gubernur Ja - wa Barat Deddy Mizwar, me - mi liki potensi wisata religi sa - ngat besar. Di kabupaten ini ter dapat makam Sunan Gu - nung Jati, Wali Songo yang me - nye barkan agama Islam di Ja - wa Barat.

Setiap hari ribuan orang dari berbagai daerah ber ziarah ke makam Sunan Gunung Jati untuk berziarah. Kemudian di Kabupaten Tasikmalaya, terdapat Gua Pamijahan di Desa Bantar ka - long yang menjadi tempat wisata ziarah terbesar di Pria - ngan. Konon Gua Pamijahan me miliki mitos, terdapat lo - rong yang bisa tembus menuju Ta nah Suci, Mekkah. Di gua terdapat makam penyebar aga ma Islam di wilayah Pria - ngan, Syekh Abdul Muhyi. “Ja - di saya kira di Jabar (wisata religi) sudah tumbuh dengan baik di Cirebon, Tasikmalaya, itu luar biasa,” kata Demiz kepa da KORAN SINDO. 

Menurut Wagub, potensi wi sata religi di tiap daerah ha - rus terus dipromosikan agar makin banyak wisatawan, baik domestik maupun mancane - ga ra yang datang. Berdasarkan data dari Di nas Pariwisata dan Ke bu da yaan (Disparbu) Jabar, jumlah kun - jungan wisata ke provinsi ini cukup tinggi. Pada 2014, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Jabar 46 juta orang. Pada 2015, meningkat menjadi 48 juta. 

Dengan jumlah tersebut, me nempatkan Jawa Barat se ba - gai provinsi dengan jum lah kun - jungan wisatawan nu san tara paling besar di In do nesia. Untuk jumlah kun ju ngan wisatawan mancanegara sen diri rata-rata se banyak 1 juta orang per tahun. Da ri ju m lah tersebut, jika di pro - sen ta se kan wisatawan yang me - milih lo kasi wisata alam sebesar 50%, wisata buatan 30%, dan wi - sata religi sekitar 20%. 
Baca Juga