Subscribe Us

FORMULIR PENDAFTARAN CALON PESERTA DIDIK BARU TKQ & TPQ RAUDLOTUL MUHLISIN

Rahasia Cinta Ilahiah

Siang ini perjalanan sang waktu terus bergulir, kehidupan sosial secara normal sudah dibuka kembali, dan aktifitas manusia sudah kembali seperti sedia kala, meski mereka harus brrjaga-jaga dan waspada dengan sisa Pandemi ini.

Dalam cengkeraman cakrawala, dunia ini sudah mulai terasa sesak dengan hiruk pikuk dan lalu lalang manusia, laksana permainan akrobatik manusia bergerak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dengan berbagai macam cara pun akan mereka tempuh, asalkan perut masih bisa terisi dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Diantara hingat bingar ini, hati masih terasa sunyi nan sepi, meski harus bergerak kesana kemari, namun masih terasa amat ganjil dalam jiwa ini, entah apa yang ada di hati dan pikiran, yang seakan masih belum menemukan arah yang di tuju.

Dalam perjalanan ini, entah apa yang terjadi, tiba- tiba Ferdi (nama samaran) memohon pertemanan dimedia sosial, karean ia melihat paras yang ayu nan canti jelita, sebut namanya Tasya (panggilan akrabnya), komunikasi pun terbangun melalui media sosial itu, meski awal dari semuanya adalah iseng saja.

Inbox itupun terus berlanjut, entah pagi, siang, malam, bahkan tengah malam, Tasya perempuan cantik itu memang periang, meski tidak bisa dipungkiri ia juga cukup sensitif dan mudah menangis.

Hari berganti Minggu, dan Minggu pun berganti bulan, sang waktu sepertinya sudah menetapkan akan dua jiwa ini yang saling mengenal hanya lewat media sosial saja, sampai detik inipun Ferdi belum pernah bertemu dengan Tasya seperti apakah dia dalam dunia nyata.

Melalui pesan-pesan singkat itu, akhirnya Ferdi memberanikan diri untuk meminta nomor telpon, dan WA nya sekaligus, dan Tasya pun tidak keberatan dengan hal itu, karena memang tujuannya untuk menjalin pertemanan dan silaturrahim saja.

Tanpa terasa waktu terus berlalu, dari kebiasaan chat, terus berlanjut calling, meski raga ini berjauhan, bahkan lebih dari seribu kilo meter, namun rasanya Tasya sangat dekat, seperti dekatnya urat di leher. Entah mengapa hati ini selalu merindunya, jika tak ada kabar berita darinya, sungguh hati Ferdi bergejolak, laksana gelombang di lautan.

Tidak hanya Ferdi saja yang mendekat dan merayunya, masih cukup banyak lelaki lain yang datang silih berganti untuk mendapatkan hatinya, namun Tasya masih terus mencoba berpikir ulang untuk menjalin hubungan yang serius, karena ia masih ketakutan akan kembali terulang seperti dimasa yang lalu, dimana ia harus menerima pahitnya hubungan cinta, dikala ia harus terhianati oleh kedustaan belaka.

Manusia hanya memiliki kemampuan berdoa dan berikhtiar saja, Ferdi dengan ketulusan hati dan cinta murni, ia hanya terus berusaha untuk menaklukkan pujaan hatinya, meski ia juga terus memohon pada yang maha kuasa, jika Tasya adalah takdirnya yang sudah di tuliskan sebelum adanya kehidupan didunia ini, maka pastilah ia akan datang menemui Ferdi, dan memintanya untuk menikahi Tasya.

Tasya perempuan yang jauh dari pelupuk mata, namun ia teramat dekat dengan hati Ferdi, cinta keduanya, tidak bisa kemudian dilukiskan dengan bahasa dan kata-kata, sebab itu adalah bahasa Jiwa, yang memiliki energi untuk saling merindu.
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments