Subscribe Us

FORMULIR PENDAFTARAN CALON PESERTA DIDIK BARU TKQ & TPQ RAUDLOTUL MUHLISIN

Peradaban Yang Tak Lagi Beradab

Kehidupan manusia terus bergerak dan berputar dari waktu ke waktu, dengan berbekal akal pikiran sebagai sebuah pembeda dari makhluk lainnya, tentu manusialah yang di amanahi untuk mengelola kehidupan ini sebaik mungkin, karena baik buruknya tatanan kehidupan ini, tidak pernah lepas dari tangan panjang hasil kerja manusia.

Kehidupan ummat manusia terus mengalami perubahan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan akal pikiran manusia untuk menerjemahkan siklus alam ini.

Sebagai makhluk yang dikarunia skala pikiran, manusia bisa mencipta, merasa, meraba, dan tentu melakukan sesuatu yang nyata untuk kepentingan sesama, namun disisi yang lain manusia juga dikaruniai hawa nafsu yang bisa mendorong atau menjurumuskan kehidupan ummat menjadi tak bernilai.

Peradaban merupan hasil Budi atau karya manusia yang memiliki arti dan makna yang bermanfaat bagi sesama, misalnya manusia bisa membuat dan memperindah jalan, membangun, serta mempercantik arsitektur yang kerapkali mengalami sebuah perubahan.

Dalam peradaban yang terus dikembangkan oleh ummat manusia, disitu juga ada nilai-nilai kepercayaan yang harus dijaga kelestariannya.

Indonesia yang terdiri dari berbagai macam etnis, budaya, agama, dan bahasa memiliki keragaman yang sangat memperkaya khazanah pengetahuan.

Begitu pula dengan sistem kepercayaan yang dianut terdiri dari agama Islam sebagai agama mayoritas, Kristen, Hindu, budha, dan Konghucu, merupakan bentuk keyakinan yang memiliki perspektif kebenaran dan keyakinan menurut pemeluknya, sehingga hal itu menjadi suatu contoh bagi bangsa lain, bahwa meski terjadi perbedaan keyakinan antar anak bangsa, tentu menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan persatuan menjadi suatu keharusan yang harus dipegang teguh oleh masyarakat Nusantara ini.

Peradaban yang merupakan hasil budi, daya dan karya manusia, merupakan sebuah identitas yang menjadi ciri khas dari masing-masing kelompok ummat manusia yang berbeda-beda antara satu kelompok dengan kelompok yang lain.

Hasil dari sebuah pemikiran yang kemudian direalisasikan dalam bentuk nyata, yang itu dianggap baik menjadi suatu kebenaran, dan dilakukan secara berulang-ulang, sehingga menjadi ciri khas yang tidak boleh dianggap keliru, sehingga anggapan keliru itulah yang kerapkali menjadi suatu ancaman terjadinya pertikaian antar kelompok, karena sebuah pertentangan nilai yang berbeda. Indonesia sebagai Negara yang berasaskan Pancasila dengan konsep Bhineka Tunggal Ika, menjadi suatu sumber pemersatu Ummat manusia yang hidup di negara republik tercinta ini.

Era modernisasi dengan munculnya Industri 4.0, menjadi suatu pertanda akan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi,. Kemajuan itu dilihat dari satu sisi saja, namun dampak dari kemajuan industri dan tekhnologi, menjadi suatu tanda tanya besar akan tingkat kerusakan bagi perkembangan anak manusia.

Pergeseran pola tatanan kehidupan ini menjadi terang dan nampak begitu drastis perubahannya, mengingat generasi yang baru lahir saat ini, sudah menjadi generasi tablet, yang hal itu sangat berdampak besar sekali, jika tidak ada control dan bimbingan orang tua, sehingga hal itu menjadi satu alat yang bisa merusak akal anak manusia, serta menjadikan suatu arah dan tujuan hidup tanpa menemukan makna jati diri yang sesungguhnya.

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments