Subscribe Us

FORMULIR PENDAFTARAN CALON PESERTA DIDIK BARU TKQ & TPQ RAUDLOTUL MUHLISIN

Pikiran, berpikir, dan hasil dari pikiran

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, kesempurnaan itu bisa kita lihat baik pada aspek fisik, maupun pada aspek psikis, sehingga makhluk yang bernama manusia ini, adalah makhluk paling sempurna ketimbang makhluk lainnya. Disisi yang lain manusia juga di karunia akal pikiran yang memang menjadi pembeda dari makhluk lainnya, hal tersebut merupakan anugerah yang wajib untuk di syukuri.

Aktivitas manusia itu sangat bergantung dari pikiran yang digunakan untuk berpikir, dan bagaimana mengelola pikiran supaya lebih banyak manfaatnya ketimbang mudhoratnya. Manusia memang kita sadari bersama tidak bisa lepas, dan tidak bisa lari dari kesalahan, baik itu ucapan maupun tindakan yang dihasilkan dari cara berpikir. Karena memang sejatinya harga diri manusia terletak bagaimana ia berpikir, bagaimana ia berucap dan bagaimana ia bertindak. Tiga elemen itu menjadi sangat penting dalam kehidupan sosial yang memang merupakan seperangkat alat untuk memenuhi kebutuhan. Dengan berpikir manusia akan menemukan cara, baik itu berucap maupun bertindak, sehingga ketika cara berpikirnya salah, maka akan menghasilkan ucapan dan tindakan yang keliru, begitu pula sebaliknya, ketika berpikirnya benar, maka akan menghasilkan ucapan dan tindakan benar pula.

Aktivitas berpikir ini memiliki pola yang sangat beragam, masing-masing individu memiliki pola tersendiri dalam berpikir, yang kemudian di manifestasikan dalam sebuah ucapan dan tindakan. Pola berpikir ini berproses dan dibentuk oleh karakter bawaan sejak kecil, dipengaruhi oleh lingkungan, dan sangat dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan pengalaman, sehingga mindset atau cara berpikir seseorang beragam dan berbeda satu sama lain.

Apakah pola berpikir itu juga dipengaruhi oleh pendidikan? Jawabannya ia benar! Tetapi kebenaran itu tidak bisa kemudian diprosentase sebagai ketetapan mutlak, karena hakekatnya pola berpikir disamping dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan yang di dapatkan melalui proses pendidikan, pola berpikir itu juga sangat dipengaruhi oleh pengalaman.

Setiap manusia memiliki suatu problem, atau kesalahan berpikir yang berdampak pada kesalahan berucap dan kesalahan bertindak, sehingga tiga elemen itu menyebabkan seringnya kegagalan manusia untuk membangun suatu hubungan yang baik.

Power of mind atau kekuatan berpikir manusia ini, tidak bisa dibatasi oleh jarak, ruang, dan waktu,,semuanya punya daya kreatifitas untuk direalisasikan dalam dunia nyata.

Manusia dengan bekal pikiran, berpikir, dan ilmu pengetahuan, telah diperintahkan dan diberi amanah untuk menjadi Kholifah di muka bumi ini, karena hanya manusialah yang mampu memikul beban tersebut. Menjadi seorang Khalifah atau pemimpin dimuka bumi ini, dalam realitasnya tidak semudah yang kita bayangkan, dimana harus ada proses dan liku-liku yang harus di jalani, maka dari itu manusia butuh keuletan dalam berpikir, berkomunikasi dan bertindak, sehingga apa yang dirasakan dari proses yang telah berlalu itu akan menjadi bekal bagi kehidupan dimasa yang akan datang.

Seorang pemimpin tidak bisa hanya Bim salabim, langsung jadi, proses itulah yang akan menjadikan seorang pemimpin yang berkualitas dengan proses yang baik, atau menjadi seorang pemimpin dengan proses yang kurang baik, maka proses itu menjadi penentu dari kualitas seorang pemimpin.

Disinilah kemudian munculnya beragam persoalan, ketika menjadikan seorang pemimpin hanya bertujuan rutinitas kekuasaan, atau sekedar mencari kekuasaan untuk meraup keuntungan bagi pribadi maupun kelompoknya.

Secara umum ada dua model cara berpikir manusia, yakni berpikir positif dan berpikir negatif. Berpikir linear dan berpikir lateral. Berpikir positif memiliki kecenderungan pada kebaikan, begitu pula sebaliknya. Berpikir linear, merupakan berpikir " kaku" dan cenderung menterjemahkan sesuatu sesuai dengan apa yang di pandang, berbeda dengan berpikir lateral, yang memilki kecenderungan berbeda dari pandangan umum, artinya berpikir lateral ini memiliki kecenderungan pada seni dan kreatifitas, sehingga orang yang berpikir lateral akan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, dan tidak biasa seperti kebanyakan orang umum. (f*)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments