Subscribe Us

FORMULIR PENDAFTARAN CALON PESERTA DIDIK BARU TKQ & TPQ RAUDLOTUL MUHLISIN

PEMBELAJARAN DARING: SEBERAPA EFEKTIFKAH BAGI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Meski dinyatakan New Normal untuk saat ini, namun bukan berarti Pandemi ini sudah berakhir dan usai, hal tersebut masih harus diwaspadai, sebab kekebalan tubuh kita tidak ada yang bisa memprediksi kepastiannya, kecuali diri kita sendiri yang bisa merasakannya.

Kebijakan new Normal dari pemerintah ini, satu sisi memang disambut baik oleh masyarakat, mengingat memang sudah waktunya untuk bisa beraktifitas seperti semula, dengan catatan tetap harus waspada dan mengikuti protokol kesehatan.

Hal yang demikian itu, sudah berlaku di semua lapisan masyarakat, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan, yang juga sangat di anjurkan oleh Kemendikbud Nadiem Anwar Makarim, dengan adanya New Normal, maka sesuai dengan adanya otonomi daerah, seluruhnya dipasrahkan pada kepala daerah masing-masing untuk mengambil langkah-langkah strategis memasuki new Normal ini.

Bagi daerah yang sudah di kategorikan zona hijau maka pemeberlakuan new Normal dengan penuh, sementara bagi daerah yang masih dalam kategori zona kuning, merah, apalagi zona hitam, tentu saja libur sekolah diperpanjang, dengan catatan tetap belajar dirumah atau daring, dengan guru.

Dengan memperpanjang liburan sekolah dimasa Pandemi ini, peran serta tekhnologi sebagai salah satu alat supaya anak didik bisa terus belajar, meski berada dirumah, tentu tetap dalam bimbingan dan kontrol orang tua, sehingga proses belajar mengajar dengan seperangkat alat tekhnologi bisa seefektif mungkin, dan tentunya memberikan dampak yang positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak didik.

Dengan kecanggihan tekhnologi sebagai sebuah alat pembelajaran, memang sangat membantu bagi anak didik disatu sisi, tetapi pada sisi yang lain, apabila penggunaan tekhnologi tersebut tanpa ada bimbingan dan kontrol, baik oleh guru, maupun orang tua, maka tidak bisa kita hindari, malah anak akan terjerumus pada gadget "yang kurang bermanfaat".

Pertanyaan yang sederhana kemudian muncul dalam benak kita, seberap efektifkah pembelajaran dengan sistem daring, bagi perumbuhan dan perkembangan anak didik?

Dalam kegiatan belajar mengajar perlu kita cermati ada 3 unsur yang sangat penting untuk diperhatikan, karena tiga unsur tersebut memiliki interaksi yang saling terkait, apa saja tiga unsur tersebut, yakni Guru, Murid, dan Materi.

Pertama hubungan guru dengan murid yang disebut dengan hubungan paedagogis, kedua hubungan murid dengan materi, yang kemudian disebut hubungan didaktis, dan yang terakhir adalah hubungan guru dengan materi yang kemudian disebut Antisipasi Didaktis Paedagogis. (Suryadi. 2010).

Hubungan guru dengan murid ini, sangat erat kaitannya dengan hubungan emosional, ibarat anak dengan orang tua, kewajiban guru adalah mendidik, melatih, membimbing, serta menggali potensi yang ada dalam diri anak untuk diarahkan pada bakat dan minatnya, dalam konstek saat ini, dengan proses pembelajaran jarak jauh, atau belajar online, atau disebut juga dengan daring, berapa persen kah hal itu berlaku bagi pertumbuhan dan perkembangan anak didik, sementara guru belum bisa menilai aktifitas dari keseharian anak ketika mereka belajar dirumah.

Kemudian ada hubungan murid dengan materi, yang disebut dengan hubungan didaktis. Murid dan materi, tentu harus ada hakim atau seorang guru yang bisa menjelaskan, mengarahkan dan membimbing pemahaman anak didik, supaya pemahaman anak didik itu tidak tersesat.

Dan yang terakhir adalah hubungan guru dengan materi yang kemudian disebut dengan hubungan, antisipasi Didaktis Paedagogis. Seorang guru sudah seharusnya mempersiapkan bahan atau materi untuk disampaikan pada peserta didik, baik itu secara langsung maupun tidak langsung.

Ketika berbicara mengenai efektifitas, maka hemat penulis, pembelajaran dengan sistem daring ini, kurang begitu efektif dan ada banyak yang kurang pass, bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga anak akan tetap cenderung jenuh akibat dengan belajar secara daring. (F*)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments