Subscribe Us

FORMULIR PENDAFTARAN CALON PESERTA DIDIK BARU TKQ & TPQ RAUDLOTUL MUHLISIN

PANDEMI MEMBUAT TERCEKIK EKONOMI

Pandemi covid 19, telah menjadi hantu yang perlahan bisa membunuh siapa saja, karena Pandemi ini tidak hanya menyerang aspek perekonomian saja, namun hal tersebut telah menyerang seluruh sendi-sendi kehidupan dalam masyarakat. WHO telah menetapkan Pandemi ini sebagai virus yang bisa menyerang siapa saja, baik orang tua, anak muda, remaja, bahkan juga bisa menyerang anak-anak/ balita.
Dampak dari adanya Pandemi ini telah membuat sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, beragama, beraktifitas, bersosial, berbudaya semacam menjadi ancaman yang mengerikan. Hidup dan kehidupan ini haruslah tetap berlanjut, meski Pandemi ini masih berlangsung.

Kondisi adanya Pandemi, khususnya di Indonesia, dalam konstek saat ini beragam macam situasi yang berbeda, ada dalam situasi zona hijau, zona kuning, zona merah, bahkan ada yang sudah masuk kedalam zona hitam, seperti yang terjadi di Surabaya saat ini, sehingga hal tersebut menjadi kewaspadaan kita semua, bahwa wabah ini bisa menempel kepada siapa saja, dan dimana saja.

Efek dari Pandemi ini, menjadikan banyak aktitas terhenti dengan kebijakan stay at home, atau di rumah saja, disamping ada kebijakan pembatasan sosial secara besar-besaran, menjadikan perekonomian semakin lesu, dimana pendapatan masyarakat yang semakin menurun dan berefek pada daya beli yang rendah.

Tidak hanya itu saja, efek dari Pandemi ini juga menjadikan aktifitas terhenti, sehingga efeknya pemotongan gaji, bagi instansi pemerintah, terutama bagi CPNS, dan PNS, sementara pada instansi swasta pemotongan itu juga berlaku untuk bantuan bagi masyarakat yang terdampak Pandemi.

Lebih ironis lagi, Pandemi ini semakin mencekik ekonomi masyarakat, dimana banyak perusahaan yang juga menghentikan aktifitasnya, sehingga terjadi PHK secara besar-besaran, maka dampak Pandemi ini, pada aspek ekonomi semakin lumpuh, sehingga tidak bisa kita pungkiri tingkat kriminalitas juga akan semakin merajalela, karena kebutuhan mengisi perut jauh lebih penting ketimbang menghadapi Pandemi yang masih belum menemukan kejelasan ada dan tidaknya.

Disamping itu pula ada banyak pemanfaatan oknum dalam situasi Pandemi ini, akibat keserakahan manusia, merekapun tidak segan-segan harus memangsa hak saudaranya sendiri, hanya untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya, maka hal tersebut juga masuk dalam kategori kriminalitas yang di lakukan secara sistemik, masif, dan profesional.

Bagaimana dengan masyarakat di akar rumput? Justru hal ini menjadikan mereka semakin menjerit, karena sudah tidak berdaya dengan kondisi  Pandemi ini, dimana pembatasan sosial yang harus terus dilakukan, tanpa menemukan kepastian kapan situasi ini akan kembali normal.

Siapa yang harus disalahkan? Dalam kondisi seperti saat ini, kami kira tidak perlu menyalahkan siapa-siapa, karena hal ini terjadi merupakan dampak alam yang memang sudah harus terjadi, semoga ujian dan cobaan ini cepat berlalu, sehingga sistem perekonomian kita kembali seperti semula.(f*)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments