Subscribe Us

FORMULIR PENDAFTARAN CALON PESERTA DIDIK BARU TKQ & TPQ RAUDLOTUL MUHLISIN

Pra Tashih Kordinator Kecamatan Tempurejo Metode Qiroati


Metode Qiroati yang di susun oleh K.H. Dachlan Salim Zarkasy, ini secara Nasional sudah tersistem dan tersusun dengan rapi, meski sepertinya sederhana, namun dalam prakteknya tidak sesederhana yang kita bayangkan, kenapa demikian? karena tujuannya adalah menciptakan output yang bermutu dan berkualitas


Sistem Pendidikan Al Qur'an dengan Metode Qiroati ini sangatlah jauh berbeda dari metode yang lain, dimana letak perbedaanya? di Qiroati setiap santri dan guru harus Nurut dan Manut selama apa yagn didawuhkan oleh pada guru baik. Metode ini memakai konsep M3, yakni Mangap, Mecucu, dan Meringis, dan bacaan Al Quran wajib hukumnya harus tartil, karena dengan membaca Tartil, secara otomatis anak didik diarahkan membaca al Qur'an dengan tajwid.

Pembelajaran yang dijalankan oleh Qiraati, tentu saja dimulai dari yang paling dasar, dimana anak didik dipahamkan dulu mulai dari bacaan huruf hijaiyyah, yakni berada di jilid Pra TK, kemudian Jilid 1 C, Jilid 2 A, Jilid 2 B, Jilid 3 A, Jilid 3 B, Jilid 4 A, Jilid 4 B, Jilid 5 A, Jilid 5 B, Juz 27, Jilid 6, Kelas Al Qur'an, Ghorib dan Kelas Tajwid, baru kemudian kelas Finishing.

Dari masing-masing Jilid ini, anak-anak bisa menempuh sekitar 2 bulan, bahkan bisa ditempuh hanya dalam jangka satu bulan, hal tersebut sangat bergantung kepada kemampuan anak untuk belajar membaca Al Qur'an dengan Lancar, Cepat, Tepat, dan Benar.


Baru setelah masuk kelas Finising, dan sudah Ujian Lembaga, maka anak didik akan menghadapi Ujian Pra Tashih yang dilaksanakan oleh Kordinator di masing-masing kecamatan, dimana ada 8 Materi yang harus di jalani oleh masing-masing santri yagn sudah finis menempuh proses belajar Jilid mulai dari awal. Masing-masing materi yang menjadi Ujian para Santri yakni adalah :

1. Praktek Wudhu baik Putra maupun Putri
2. Praktek Sholat baik Putra maupun Putri
3.Doa Harian
4. Kalimat Toyyibah
5. Fasohah
6. Tartil
7. Ghorib
8.Tajwid











Barangkali disinilah kita mengikhlaskan diri untuk terus semangat mendampingi anak-anak belajar Ngaji, karena sesungguhnya kita ini juga masih dalam posisi terus belajar, maka menjadi satu keharusan bagi guru Qiroati, memikul amanah dan Tanggung Jawab dengan menjalaninya dengan hati yang Ikhlas, Selalu Tahajjud, dan Selalu Mengamalkan dengan membaca Al Qur'an. Semoga guru Ngaji yang di gaji tidak seberapa, bahkan sering tidak mendapatkan gaji, barangkali Tuhanlah yang akan membalas kebaikan kita, semoga senantiasa kita selalu Istiqomah menjalaninya.






Baca Juga

Post a Comment

0 Comments