Subscribe Us

FORMULIR PENDAFTARAN CALON PESERTA DIDIK BARU TKQ & TPQ RAUDLOTUL MUHLISIN

MASA DEPAN PERTANIAN KITA


Sebagai Negara Agraris dengan lahan yang begitu luas nan subur, sebenarnya merupakan tulang punggung bagi Negara kita untuk menhasilkan produksi pangan yang semestinya mencukupi terhadap kebutuhan sandang dan pangan kita, akan tetapi perlu ditinjau ulang dengan kondisi yang terjadi dilapangan, bahwa banyak fakta-fakta tidak sesuai dengan harapan kita bersama, baik oleh pemerintah maupun bagi kita sebagai masyarakat petani.

Bangsa Indonesia sebagai kesatuan Negara Republik ini, semestinya sudah harus melakukan swasembada pangan, dan bisa eksport pangan keluar negeri, mengingat tanah kita yang subur, tetapi faktanya petani sudah mulai tercekik dengan kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat, disinilah tumpang tindih sebuah kebijakan yang cenderung menyengsarakan, dimana para petani harus mengeluarkan biaya yang tinggi untuk menghasilkan produksi yang berkualitas, sementara daya jualnya sangat rendah, sehingga acapkali menyebabkan petani kita merugi, dan berdampak terhadap pendapatan buruh tani kita.

Di era modern ini, kita tahu bahwa pertanian kita sudah memakai tekhnologi yang canggih, namun hal itu, hanya berlaku untuk para petani yang sudah memiliki modal besar untuk mengelola pertanian, tetapi bagi para petani yang hanya memiliki lahan yang tidak begitu luas, tetap saja bertani dengan pola yang tradisional. Pola tradisional ini memang sudah kurang begitu diminati bagi para petani kita, bahkan anak-anak muda sebagai penerus, sudah cukup enggan untuk melestarikan budaya bercocok tanam.

Bagaimana dengan masa depan pertanian kita? Semakin jauh kita mengkaji dan menganalisa kondisi pertaniankita, yang sudah kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, menyebabkan tingkat produktifitas semakin menurun, ditambah dengan adanya kondisi cuaca yang kurang menentu, menyebabkan kebingungan para petani kita untuk bercocok tanam, sehingga hal ini berdampak pada kekurangan terhadap penyediaan sandang dan pangan masyarakat kita.

Di era Presiden Joko Widodo ini, kita tahu banyak sekali para pejabat kita melakukan impor sandang dan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita, hal ini menjadi cukup miris bagi masa depan dan kondisi pertanian kita yang terabaikan. Mengapa harus Impor? Pertanyaan besar ini, cukuplah sederhana menjawabnya, disamping itu nilai bisnis yang menjanjikan bagi para oknum pemerintah kita, namun hal itu berdampak terhadap perkembangan hasil dari pertanian.

Kita semua sudah tahu, bahwa Negara kita sebagai Negara agraris, memiliki sawah yang cukup luas, air mengalir, dan pegunungan yang sudah kurang begitu dilestarikan, akibat banyaknya akibat dari adanya ilegal logging. Tanah kita yang katanya subur,saat ini hanya menjadi slogan yang tidak berbanding lurus dengan fakta dilapangan. Ini semua menjadi satu pekerjaan bagi kita semua untuk memeras pikiran dan tenaga, untuk memulihkan perekonomian kita yang sudah di “ambang kehancuran”.  Karena sudah banyak para analis, menyatakan bahwa di Negara kita sudah terjadi kebocoran secara besar-besaran, yang hanya membuat para cukong semakin kaya raya, dan rakyat semakin tertindas dan sengsara. (f*)

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments