Subscribe Us

FORMULIR PENDAFTARAN CALON PESERTA DIDIK BARU TKQ & TPQ RAUDLOTUL MUHLISIN

Anekdot Munculnya Sholat Iedul Fitri Di Mall Saja


Gambar Hanya Ilustrasi Saja

Adanya Pembatasan Sosial Berskala besar (PSBB) yang diatur oleh pemerintah, dalam hal Peratauran Menteri Kesehatan (Permenkes), Nomor 9 Tahun 2020 yang mengatur tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar, yang berbunyi bahwa Segala Kegiatan yang dapat mengumpulkan Massa dalam jumlah besar dilarang untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Dampak dari peratutan pemerintah tersebut di tegaskan oleh Menteri Kordinator, politik, Hukum dan keamanan (Menkopolhukam) Mahfudz MD, mengatakan Sholat Idul Fitri Berjemaah di masjid dan lapangan saat ini di larang, karena mengakhawatirkan adanya penyebaran Covid-19.

Hal tersebut di sampaikan oleh Mahfudz MD, usai rapat bersama Presiden Joko Widodo Melalui Video Conference, Selasa 19 Mei 2020. (Sumber Kompas). Munculnhya pemberitaan mengenai larangan sholat Ied di masjid dan lanpangan terbuka menuai pro dan kontra, dimana ada banyak pusat perbelanjangan yang mengundang kerumunan massa, masih terjadi, bahkan para pejabat mengadakan Konser yang hal itu telah melanggar peraturan yang di buat oleh permenkes No, 09 tahun 2020, justru hanya selesai dengan permintaan maaf saja, disinilah sangat telanjang sekali bahwa hukum hanya berlaku bagi rakyat saja, sementara hukum menjadi sangat tumpul bagi pemegang kebijakan. Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Kepala Negara yang cukup nyeleneh dan cukup sulit di nalar, banyak membuat peta konflik antara kebijakan presiden dengan bawahannya yang sama sekali tidak sinkron secara aplikatif.

Ada banyak contoh yang bisa kita lihat secara seksama, misalnya kebijakan mengenai larangan untuk Mudik bagi masyarakat yang sedang merantau, tetapi alat transportasi masih tetap bisa beroperasi, maka sama halnya dengan orang yang sudah nongkrong diatas WC, tetapi kemudian dilarang untuk buang air besar. Aneh bin  nyata yang hanya bisa di temui di negeri +62.
Gambar Hanya Ilustrasi Saja

Tumpang tindihnya kebijakan yang telah membuat resah banyak masyarakat, perlu kemudian untuk ditinjau kembali, salah satu contoh dengan larangan sholat Ied Berjamaah baik di masjid ataupun dilapangan, tentu ini sangat tegas sekali, karena alas an telah mengundang kerumunan orang banyak. Sementara disisi yang lain ketika masyarakat di Beri bantuan senilai Rp. 600.000, maka mereka pun menyerbu pusat-pusat perbelanjaan, hal itu terjadi di kabupaten Jember, yakni di Roxy Squer, yang pengunjungnya begitu besar, baru setelah viral, aparat pemerintah baru bergerak. Apa bedanya pusat perbelanjaan yang tidak terkena sanksi PSBB, sementara Sholat Ied yang akan di laksanakan oleh pemerintah di jaga ketat, bahkan kalau pun memaksa akan terkena Undang-undang Permenkes No 09. Tahun 2020.

Dari ketimpangan kebijakan yang terkesan tidak pro terhadap ummat Muslim, disinilah kemudian banyak bermunculan anekdot Sholat Ied Di Mall saja, karena di situ PSBB tidak berlaku, begitulah kira-kira yang menjadi asumsi kebanyakan masyarakat. Aneh tapi nyata, itulah Negeri +62. (f*)

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments